Setya Novanto Mundur
foto istimewa

Semakin diminta mundur, semakin kukuh mereka berusaha bertahan pada kedudukannya.

Jakarta—Wacana mengundurkan diri dari jabatan selalu muncul setiap kali ada pejabat public yang melakukan pelanggaran baik etika maupun hukum. Akan tetapi sangat jarang tuntutan mengundurkan diri itu dilakukan para pejabat. Semakin diminta mundur, semakin kukuh mereka berusaha bertahan pada kedudukannya.

Itu juga terjadi pada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto yang dituntut mundur sejak mencuat dugaan “pencatutan” nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait dengan persoalan Freeport.

Kantor berita Reuters, bahkan mengunggah berita berjudul Indonesian speaker of the house resigns amid ethics probe-party official. Berita itu diturunkan wartawan Reuters Kanupriya Kapoor berdasarkan hasil wawancara dengan politisi senior Golkar, Fahmi Idris.  Berita tersebut sempat dikutip berbagai media internasional lainnya seperti New York Times. Tak berselang lama, Reuters kembali menurunkan berita yang berisi bantahan bahwa Setya Novanto telah mengundurkan diri.

Sangat spekulatif bila Kantor Berita Reuters melakukan kesengajaan memuat berita tersebut. Namun, terlepas dari mundur tidaknya Setya Novanto dari jabatan Ketua DPR RI, pada waktu yang bersamaan, di sosial media juga beredar video tentang Setya Novanto mundur. Kali ini dalam arti yang sesungguhnya, berjalan mundur. Selalu ada cara orang Indonesia mengungkapkan kegetiran. (ksa)