Menyoal “Pipis di atas Meja”
foto: tempo.co

Ketika pejabat publik berakting di layar kaca.

Selebritas menjadi pemimpin politik sudah biasa. Tapi tak banyak selebritas yang masih aktif main sinetron atau menjadi bintang iklan setelah menduduki jabatan politik. Deddy Mizwar termasuk yang sedikit di antara para artis yang menjadi pejabat publik, sekaligus masih aktif di dunia hiburan.

Aktor kawakan Deddy Mizwar memang sedikit dari para pesohor yang tetap “masih” bisa menyisihkan waktunya untuk syuting. Tak hanya di sinetron yang sudah ia bintangi bertahun sebelum menjadi wakil gubernur Jawa Barat. Ia juga masih tetap menawarkan sejumlah produk komersial yang iklannya ia bintangi. Ia tampil antara lain “menjajakan” produk Sozziz, Promag, dan Larutan Cap Badak. Tak cuma itu, ia juga membintangi sinetron Ramadhan Para Pencari Tuhan.

Sejumlah keberatan sudah disampaikan kepada pemilik rumah produksi PT Demi Gisela itu. Sebut misalnya kritik yang disampaikan Pengajar Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Muradi yang mengatan sebagai wakil gubernur, Deddy telah melanggar etika politik karena masih tampil di sinetron dan bintang iklan. Tak kurang-kurang, Muradi menyebut Wagub Jabar itu sudah mencederai harapan publik.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat pun sudah lama mengimbau Deddy untuk mempertimbangkan aktivitasnya di sinetron dan iklan agar lebih focus pada tugas-tugas sebagai wakil gubernur. Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengkritik aktivitas Deddy bermain sinetron dan menjadi bintang iklan.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mengatakan, sebaiknya Deddy lebih focus menjadi pejabat. Di tengah masyarakat Jawa Barat yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan, sudah sepatutnya Deddy Mizwar fokus pada pekerjaannya sebagai penyelenggara negara. Secara moral, waktu yang dimiliki penyelenggara negara semestinya digunakan untuk melayani masyarakat.

Tidak Melanggar

Bintang yang menjadi sorotan, ternyata bergeming dengan berbagai kritik yang disampaikan. Deddy mengaku tidak ada aturan yang ia langgar. Bahkan, ia menyebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan justru mendukung dirinya untuk tetap aktif main sinetron dan menjadi bintang iklan untuk mengisi waktu luang di luar jabatannya sebagai wakil gubernur.

Ia menyatakan tidak pernah mendapat teguran baik dari gubernur, Menteri Dalam Negeri, maupun KPK. Ia juga menegaskan, tak ada aturan yang ia langgar. Surat Edaran Ketua KPK Nomor 143 tahun 2013 menyebutkan, seorang penyelenggara negara boleh menerima penghasilan di luar jabatan asalkan tak terkait tugasnya sebagai pejabat, tidak menimbulkan konflik kepentingan, dan sudah memperoleh izin dari atasan.

Deddy Mizwar mungkin tak melanggar aturan formal. Akan tetapi, sebagai pejabat public seharusnya ia memiliki kepekaan terhadap sorotan masyarakat. Tak semua hal diukur dari aturan hukum legal formal, tetapi juga dari azas keadilan dan kepantasan. Soal etika dan kepantasan bukan diukur dari aturan formal. Adakah aturan formal yang melarang seseorang pipis di atas meja? Kalau itu dilakukan oleh anak kecil yang belum tahu soal kepantasan, mungkin orang dewasa yang ada di sekitarnya akan tertawa sambil memberi teguran dan pemahaman.

Nah, bila orang dewasa yang melakukannya? Apakah harus ada undang-undang dan aturan formal dulu baru kita tidak melakukannya?