AUHM Minta Pemkot Buka THM September Mendatang

  • Whatsapp
Ketua AUHM, Zulkarnain

MAKASSAR, Wajahindonesia.com – Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar Sulawesi Selatan menegaskan agar pemerintah kota Makassar mengaktifkan kembali seluruh aktifitasnya pada bulan September mendatang.

Aktifitas hiburan malam yang dimaksud adalah pub, karaoke, cafe serta beberapa tempat lainnya.

Bacaan Lainnya

Alasan mereka menuntut dibukanya kembali tempat tersebut karena jumlah masyarakat yang terpapar covid semakin menurun di Kota Makassar beberapa bulan terakhir ini.

Ketua AUHM Kota Makassar, Zulkarnain Ali Naru mengatakan bahwa pembukaan seluruh usaha hiburan di Kota Makassar tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai standar yang telah diterapkan dalam peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

” Kami sudah melakukan diskusi dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar dan mengizinkan kembali untuk beroperasi pada bulan September 2020 tetapi dengan syarat protokol kesehatan secara ketat. Itu semua kami telah lakukan jauh sebelum perwali Makassar nomor 36 tahun 2020,” ujarnya disela-sela pop castnya bersama musisi dan pengusaha hiburan di Gudang Taman jalan Tanggul Patompo kota Makassar, Rabu (26/08).

Ia menambahkan bahwa protokol kesehatan yang telah diterapkan ditempat hiburan di Kota Makassar seperti melakukan pengecekan suhu terhadap tamu yang ingin masuk, jaga jarak antara pengunjung lainnya, menyemprotkan desifektan, mengwajibkan pengunjung untuk memakai masker, menyiapkan kondom mic dan masih banyak lagi lainnya.

” Para pengusaha hiburan di Makassar kami wajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan seperti melakukan pengecekan suhu terhadap tamu yang ingin masuk, jaga jarak antara pengunjung lainnya, menyemprotkan desifektan, mengwajibkan pengunjung untuk memakai masker, menyiapkan kondom mic dan masih banyak lagi lainnya. Jika tidak diindahkan hal tersebut, maka usahanya jangan dulu dibuka,” tegasnya.

Diketahui, pekerja seni yang terdaftar di AUHM Makassar sebanyak 4844 orang yang telah dirumahkan kurang lebih 5 bulan dampak karena Covid-19.

Jika tetap tidak diizinkan dibuka, AUHM Kota Makassar minta pemerintah Kota Makassar menyiapkan anggaran Rp 48 Milyar untuk membiayai para pekerja seni yang telah lama dirumahkan.


banner

Pos terkait