Bawaslu Terima Tantangan Tim ADAMA yang Perkarakan Penghentian Kasus EA

  • Whatsapp
logo Bawaslu

MAKASSAR, Wajahindonesia.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kota Makassar mengakui telah mendengar informasi terkait rencana tim ADAMA melaporkan pihaknya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilukada (DKPP).

Sebelumnya, tim kuasa hukum pasangan walikota dan wakil walikota Makassar nomor urut 1, Mohammad Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi (ADAMA), melaporkan ketua tim pemenangan Appi-Rahman, Erwin Aksa, terkait kampanye hitam (Black Campaign).

Bacaan Lainnya

Pasca menerima laporan tim hukum ADAMA, pihak Bawaslu dan Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) menghentikan kasus yang menyeret nama pengusaha kondang tersebut.

Menurut keterangan kuasa hukum ADAMA, Ilham Harjuna, penyataan Bawaslu menghentikan kasus Erwin Aksa berbeda dengan alasan Gakkumdu. Selain itu, alasan Bawaslu yang mengatakan kasus Erwin Aksa sebagai kasus perkara hukum lain dinilai tidak relevan.

Hal itulah yang menjadi dasar pokok tim hukum ADAMA memperkarakan penghentian kasus Erwin Aksa ke pihak DKPP.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Bawaslu Makassar Divisi Penindakan, Sri Wahyuningsih, pihaknya menghentikan kasus Erwin Aksa dengan alasan tidak cukup bukti permulaan yang kuat untuk melanjutkan kasus tersebut.

“Kami (Gakkumdu) sudah putuskan dihentikan karena tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan. Kajian kami didasarkan hasil klarifikasi semua pihak serta bukti-bukti yang kami terima,” jelas Sri.

Lebih jauh Sri menegaskan, pihak Bawaslu tidak akan gentar dengan tindakan tim kuasa hukum ADAMA yang membawa kasus tersebut ke pihak DKPP.

Ia mempersilakan siapa saja yang ingin melaporkan pihaknya, dan Bawaslu siap bertarung di hadapan hukum. Mengingat, segala hal yang dilakukan Bawaslu sudah dianggap sesuai prosedur.

“Iye kami sudah dengar adanya informasi itu. Kami silakan saja jika ada pihak yang merasa keberatan dengan kinerja Bawaslu untuk melakukan upaya hukum,” tegas Sri, Senin (26/10/2020).


banner

Pos terkait