Debat Ketiga Digelar di Jakarta, Jubir Adama: Kami Ikut Keputusan KPU

  • Whatsapp
Jubir pasangan Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi, Indira Mulyasari Paramestuti

MAKASSAR, Wajahindonesia.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar memutuskan puncak debat publik putaran ketiga kembali digelar di Jakarta.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari mengatakan KPU berkomitmen untuk melaksanakan debat tanggal 4 Desember di Makassar.

Bacaan Lainnya

Keputusan tersebut, kata Endang, melalui diskusi yang alot dengan pihak kepolisian, sehingga KPU Makassar sepakat menggelar di Jakarta.

“Bismillah waktu mepet kita siap gelar di luar Makassar mengikuti rekomendasi pihak keamanan,” kata Endang, Selasa, 1 Desember 2020.

Endang mengatakan, sejak awal debat ketiga pihaknya ingin menggelar di Makassar. Pertimbangannya, kata dia, jika meninggalkan Makassar sangat riskan.

Mengingat, sejumlah persiapan kebutuhan logistik dan bimbingan teknis tidak dapat ditinggalkan.

Namun, hasil kajian kepolisian tidak ada alternatif lain untuk menggelar di Makassar.

“Pertimbangannya keamanan dan potensi gesekan dan terjadi kerumunan massa, jadi tidak ada pilihan,” ungkapnya.

Kendati digelar di Jakarta, Endang berujar KPU berkomitmen tetap melaksanakan debat yang berkualitas.

“Sebagai penyelenggara kami merasa debat publik tahapan ketiga penting. karena debat publiklah masyarakat bisa menentukan pilihannya secara otonom,” pungkasnya.

Terkait keputusan itu, kubu pasangan Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi menanggapi bijak. Paslon nomor urut satu ini tak mempermasalahkan lokasi debat ketiga, baik digelar di Makassar maupun di Jakarta.

“Kami ikut keputusan KPU sebagai penyelenggara,” kata Juru Bicara Tim Danny-Fatma, Indira Mulyasari Paramastuti.

Selain itu, Indira mengatakan pihaknya telah mengimbau seluruh tim dan relawannya agar bersama-sama menjaga suasana yang kondusif. Tak mudah terprovokasi dengan ulah oknum-oknum yang tak bertanggungjawab.

“Sejak awal kita selalu menghimbau kepada para tim, relawan dan pendukung untuk selalu bersikap tenang, tidak mudah terpancing dari provokasi. Bukan hanya di momen debat saja, tapi di semua momen,” demikian Indira.


banner

Pos terkait