Diduga Langgar Penerapan PKM, Kasrudi Minta Pemkot Tindak Tegas Holywings

  • Whatsapp
Kasrudi
Kasrudi

WAJAHINDONESIA.COM – Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Kasrudi menanggapi dugaan adanya pelanggaran aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kota Makassar.

THM yang dimaksud adalah Holywings Makassar 4 Club. Holywings diduga masih melakukan pembukaan kegiatan usahanya meski telah melewati batas jam operasional yang ditetapkan Pemkot Makassar yaitu Pukul 22.00 WITA.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya melalui Surat Edarannya, Pj Wali Kota telah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat hingga tanggal 26 Januari, nanti.

Menanggapi hal tersebut, Kasrudi menekankan kepada Pemkot Makassar untuk tegas dalam melakukan penindakan pelanggaran tersebut.

Bila perlu, kata Kasrudi, THM yang bersangkutan harus dicabut izinnya.

“Kalau perlu cabut izin operasionalnya. Mereka ini kan sudah tahu ada aturan jam malam, tapi tetap melanggar. Ini artinya mereka melawan hukum,” tutur Kasrudi.

Selain menimbulkan efek jera, Kasrudi menerangkan, penindakan itu juga menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha lain bahwa aturan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 itu tidak semata wacana belaka.

“Ini juga jadi pembelajaran bagi pengusaha lainnya. Kalau ini dibiarkan, THM lain akan menganggap aturan ini tidak ketat. Segera beri sanksi tegas,” pungkasnya.

Sementara itu Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin memastikan Holywings Club akan disanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Iya, pasti kita akan tindaki. Karena kita sudah sepakat dengan TNI dan Polri untuk itu. Bagi siapa saja yang melanggar seperti itu (Holywings) akan kita kenakan pasal pidana,” tegasnya.

Rudy menjelaskan bahwa beroperasinya Cafe Holywings diluar dari jam yang telah ditentukan dianggapnya sangat membahayakan bagi orang banyak

Apalagi, saat ini, lanjut Rudy Pemerintah Kota Makassar sedang menerapkan pembatasan jam malam.

“Itukan Polisi yang membubarkan kegiatan di Holywings pasti sudah punya catatan, nanti tinggal direkomendasikan bagaimana tindaklanjutnya,” ujarnya.

 


banner
Editor: Zaki Rifan

Pos terkait