Hadirkan Tokoh Pemuda, PKPT IPMIL Raya UKI Paulus Bahas Potensi Pembentukan DOB

  • Whatsapp
PKPT IPMIL Raya UKI Paulus

WAJAHINDONESIA.COM – Pengurus Koordinator Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu ( IPMIL Raya ) UKI Paulus konfersi toleransi kebhinekaan kedalam gerakan pembentukan Daerah Otomomi Baru (DOB) Luwu Tengah.

Diskusi publik yang digelar menghadirkan tokoh mahasiswa nasional Affandi Ismail selaku Ketua umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HmI MPO), di Jl Gunung Nona Makassar, Rabu (30/12) kemarin.

Ketua Umum PKPT UKI Paulus Fery Prayudi menyatakan perhelatan tersebut bukan diskusi semata, akan tetapi menurutnya gerakan ini merupakan teguran kepada Pemerintah yang sampai saat ini menunda pemekaran DOB Luteng.

“Kegiatan dialog publik yang terlaksana hari ini, bukan sekedar dialog semata, tetapi dengan hadirnya kakanda, Affandi Ismail Sebagai representatif Pemuda Luwu yang pada tingkatan nasional, kakanda Harman Pasande sebagai representatif pemuda WALMAS menjadi sebuah teguran kepada pemerintah segera memekarkan Luwu Tengah,” ujarnya.

Diwaktu yang sama, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (PP IPMIL Luwu) Harman Pasande menegaskan bahwa diskresi dari Presiden merupakan jalur konstitusional yang sifatnya mendesak.

“Semestinya Presiden mengambil langkah diskresi moratorium DOB Luwu Tengah, karena sifatnya mendesak, bahkan jika Presiden tidak memgambil langkah ini, justru mempertontonkan sikap intoleran kepada masyarakat Luwu Raya,” terangnya.

Lebih lanjut Harman pun menyatakan kekecewaan atas janji dari Gubernur Sulawesi – selatan Nurdin Abdullah yang kurang serius mengawal rekomendasi pemekaran tersebut ke Presiden.

“Kita kecewa dijanji tiga bulan sejak rekomendasi masuk ke beliau lewat Pemda Luwu dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Luwu pada 18 Desember 2019 lalu di kantor Gubernur Sulawesi – selatan, tapi sampai saat ini belum ada progres atas rekomendasi itu, kalau pun ada kendala yang di hadapi apa ?, mari kita pecahkan bersama tidak dengan sifatnya menjanji dan jauh dari kata trasparansi,” pungkasnya.

 


banner
Editor: Zaki Rifan

Pos terkait