Liposos Masih Hanya Wacana, Dewan Minta Dinsos Siapkan Penampungan Sementara untuk Gepeng

  • Whatsapp
Gepeng dan Anjal

WAJAHINDONESIA.COM – Keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) di kota Makassar masih terus menjadi permasalahan yang klasik.

Dinas Sosial pun dianggap masih lemah dalam menangani permasalahn ini.

Penanganan pak ogah, gepeng di beberapa ruas jalan belum optimal.

Wacana pengadaan lingkungan pondok sosial (Liposos) pun sebagai solusi untuk mengurangi maraknya anjal, gepeng dan pak ogah pun tak diakomodir untuk penganggaran pada tahun 2021.

Olehnya, dewan mendorong Pemerintah Kota Makassar agar menyediakan penampungan sementara.

Anggota DPRD D bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Irwan Djafar menyayangkan sikap Tim anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang tidak memasukkan sebagai prioritas.

Padahal, kata Legislator Nasdem itu mengaku pihaknya telah meminta agar adanya diskresi wali kota.

Paling tidak, kata dia Pemkot menyewakan tempat terlebih dahulu dan anggarannya ditaksir mencapai 250 juta.

“Rencana pengadaan Liposus semestinya direalisasikan tahun depan. terlebih DPRD Kota Makassar berencana menggodok rancangan peraturan daerah (Ranperda) Perhubungan yang diprakarsai sendiri oleh pemerintah kota di 2021,” katanya.

“Perda tersebut akan mengatur sejumlah regulasi bagi Gepeng dan Pak Ogah sehingga diperlukan kesiapan Kota Makassar dalam menampung mereka jika Ranperda tersebut disahkan,” sambungnya.

Irwan menambahkan, kasus ini menjadi salah satu dari sekian persoalan yang ada.

“Makassar sebagai Kota Metropolitan semestinya telah memiliki fasilitas berupa Liposus sebagai solusi jangka panjang dalam menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Selain itu, kesulitan lainnya ialah tidak adanya regulasi hingga tempat yang belum ada.

“Jadi memang harus ada pembinaan nah tentu harus ada rumahnya,” katanya.


banner
Editor: Zaki Rifan

Pos terkait