Mulai Besok Berlaku Pembatasan hingga Pukul 19.00, Pasar Segar Terancam Lumpuh

  • Whatsapp

WAJAHINDONESIA.COM – – Pembatasan jam operasional mal, kafe dan restoran mulai berlaku 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. Pasar Segar terancam lumpuh pengunjung.

Pasar Segar, yang beralamat di jalan Pengayoman dengan luas 1,8 hektar ini, biasanya beroperasi di saat malam hari dan ramai-ramainya berkisar pukul 20.00 WITA dan 22.00 WITA . Sementara, kebijakan pemerintah mensyaratkan kafe tutup pada pukul 19.00 WITA.

Bacaan Lainnya

Sehingga, suka tidak suka Pasar Segar bakal memulai kebiasaan baru selama 12 hari kedepan dengan jam operasional yang berbeda. Hal itu ditegaskan dalam surat edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Pasar Segar berdasarkan kebijakan pemerintah, menyebut, bahwa penyewa disarankan untuk membuka lebih awal dan tutup pada pukul 19.00 WITA.

Namun, kebijakan ini ditentang oleh sejumlah penyewa dan meminta untuk ditinjau ulang. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai bakal menyengsarakan penyewa. Karena, selain harus menghadapi pengunjung yang sepi juga beban sewa yang dianggap memberatkan.

Hamdan, bukan nama yang sebenarnya, salah seorang penyewa di Pasar Segar mengungkapkan, beberapa dampak buruknya apabila ia tetap memaksakan membuka tenant ditengah ketidakpastian pengunjung. Ia justru lebih memilih agar pihak pengelola Pasar Segar memilih menutup untuk sementara waktu.

Berkaca pada sebelumnya, Hamdan menguraikan, Pasar Segar tampak mati pengunjung, karena pandemi covid-19. Ditambah musim hujan dan apalagi harus buka di siang atau sore hari. Para penyewa akan mengalami kerugian besar bilamana tetap membuka, namun tidak pada pengelola.

“3 bulan terakhir dan bahkan di awal Desember ini kami merasakan situasi yang cukup sulit, ya. Tentu ada kerugian dan untungnya, namun kami harus bersabar karena hampir semua mengalami itu,” ujarnya kepada media, Rabu (23/12/2020).

Faktornya adalah pandemi covid-19 sehingga orang masih enggan untuk berkunjung dibandingkan dengan bulan-bulan yang sebelumnya, di mana pengunjung tak hanya dari dalam Makassar tetapi juga ramai dari luar.

“Namun, belakangan ini setelah pihak mengelola mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran dengan mengacu pada surat edaran pemerintah kota, kami anggap sangat tidak relevan jika harus nekat membuka tenant. Kami anggap ini lelucon.”

“Secara pribadi, saya mending tutup saja sekalian. Karena memang sudah kita tahu pengunjung Pasar Segar datangnya jam 20.00 atau 21.00 WITA. Kalau mau difikir juga siapa mau nongkrong outdoor panas-panas. Karena memang dari dulu Pasar Segar pengunjung jam segitu,” tuturnya.

Meski demikian, Hamdan juga tak mempersoalkan jika Pasar Segar tetap membuka dengan catatan sewa normal, tetapi fasilitas juga normal. Sebab, hal tersebut berdampak dianggap berpengaruh pada ketertarikan pengujung setia Pasar Segar.

“Sewa normal okelah, yang jelasnya fasilitas jangan ada dikurangi. Dan jika sewa normal, fasilitas juga normal semua terus pengunjung berkurang drastis itu resikonya penyewa tenant. Tidak ada urusan sma pengelola. Tetapi ini saya permasalahkan bukan hanya sepi pengunjung tetapi juga sewa normal tapi fasilitasnya dikurangi,” pungkasnya.

Pengelola Pasar Segar, Alma saat dihubungi, menegaskan akan tetap membuka dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebagaimana surat edaran pemerintah ia juga sudah menyampaikan kepada seluruh penyewa untuk taat pada aturan jam operasional yang sudah ditentukan.

“Sesuai dengan surat edaran pemerintah kita mengikut aturan. Kita disini edarkan surat pemberitahuan dari pengelola kemudian kita infokan bahwa jam tutupnya sesuai dengan SE pemerintah,” jelasnya Alma, Rabu (23/12/2020).

Ia menyebut, pukul 12.00 WITA menjadi opsi bagi penyewa agar durasinya lebih panjang karena harus menyesuaikan di waktu-waktu sebelumnya.

“Kalau kita sebenarnya himbau ke tenant kami, karena kita kan sebenarnya jam operasionalnya malam. Jadi kalau kalau kita buka jam 5 tutup jam 7 malam sama saja gak memungkinkan. Karena jam ramainya kan jam 9 malam.”

“Makanya kita himbau ke tenant kami kalau bisa buka lebih cepat. Tapi ini, belum pasti, soal tutupnya sudah jelas ikut dengan pemerintah,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengakui dengan kebijakan pembatasan ini Pasar Segar dimungkinkan akan sepi pengunjung. Karena, beberapa bulan sebelumnya telah mengalami penurunan pengunjung karena pandemi covid-19.

“Iya bagaimana ya, pastinya agak berubah dari biasanya. Pastinya mungkin agak sepi. Karena, kemarin kan pandemi dari sejak bulan berapa dan hujan juga ditambah lagi kebijakan ini. Pasti ada dampaknya kepada pedagang kami. Tapi kami tetap optimis,” cetusnya.


banner

Pos terkait