Optimalkan Pendidikan Jasmani Bagi Anak Disabilitas di Tengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Webinar Pelatihan Pendidikan Jasmani bagi anak Disabilitas

MAKASSAR, Wajahindonesia.com – Selain pada sektor ekonomi, Pandemi covid-19 juga turut melanda sektor Pendidikan di Indonesia.

Beragam cara sudah dilakukan untuk tetap mengoptimalkan sektor ini, Pendidikan daring menjadi solusi jangka pendek yang digunakan hampir kebanyakan guru.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, Pendidikan daring masih belum mampu mengoptimalkan kurikulum yang ada sekarang.

Terkhusus pada mata pelajaran Pendidikan jasmani, yang mengharuskan pembelajaran langsung dengan mengolah fisik atau jasmani.

Belum lagi, Jika siswa yang dihadapi merupakan anak yang memiliki kebutuhan khusus (Disabilitas), Metode yang digunakan juga harus berbeda dengan siswa normal lainnya.

Olehnya, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pelatihan pembelajaran pendidikan jasmani berbasis permainan bagi anak berkebutuhan khusus ditengah pandemi covid-19. Minggu (4/10).

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu guru dalam membelajarkan pendidikan jasmani bagi siswa di Sekolah Luar Biasa,” ujar Baharuddin Ketua Tim Pengabdi.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan mampu membantu guru-guru untuk berkreasi dalam mengajar pendidikan jasmani bagi siswa disabilitas.

Lebih lanjut, anggota Tim pengabdi, Poppy Elisano Arfanda juga menuturkan bahwa mengajar anak berkebutuhan khusus jauh berbeda dengan mengajar anak normal lainnya.

Guru harus dituntut untuk dapat berkomunikasi secara efektif dan lebih kreatif dalam pembelajaran.

“Pada umumnya guru Pendidikan jasmani yang ada di sekolah luar biasa berasal dari Pendidikan umum, bukan khusus dari Pendidikan luar biasa,” ujar Poppy.

Kegiatan tersebut merupakan program kemitraan kepada masyarakat (PKM) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNM.

Kegiatan tersebut digelar melalui daring yang diketuai oleh Drs. Baharuddin, M. Pd. dan Poppy Elisano Arfanda, S.Pd., M.Pd.

Peserta dari kegiatan tersebut berasal dari Guru, Orangtua, pemerhati Pendidikan jasmani disabilitas yang berjumlah 58 orang peserta.


banner

Pos terkait