Pj Wali Kota Minta Kesadaran Pelaku Usaha untuk Taati Edaran Pembatasan Jam Operasional

  • Whatsapp
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin

WAJAHINDONESIA.COM – Pj Wali Kota Makassar, Rudi Djamaluddin meminta kesadaran kepada pelaku UMKM untuk menaati edaran Pemerintah kota Makassar terkait pembatasan jam operasional rumah makan dan warung kopi di kota Makassar.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk mencegah penyebarluasan virus covid-19 di kota Makassar.

Bacaan Lainnya

Rudi meminta pelaku UMKM untuk legowo menutup usahanya sebelum pukul 7 malam.

Hal itu disampaikan Rudy saat ditemui awak media dalam agenda kunjungannya ke lokasi peninjauan Rumah Potong Hewan (RPH), Senin (4/1/2020) siang.

“Harusnya ada kesadaran sedikit dari pelaku UMKM, jika sebelumnya jam operasional mulai jam tujuh sampai sembilan malam, digeserlah jadi jam lima pagi sampai jam tujuh malam. Karena toh nantinya pasar akan tetap mengikut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudi juga meminta masyarakat kota Makassar untuk patuh dan ikut merubah jam nongkrongnya yang awalnya di Malam hari ke Sore hari.

“Mungkin tadinya kalau mereka suka kongkow-kongkow jam 9 malam, nanti dia kongkow kongkownya jam 6 sore saja,” ujar Rudy.

Hal ini diminta Rudi untuk mengurangi potensi penularan Covid-19 yang belakangan kembali meningkat.

“Pemerintah tidak mungkin menutup mata atas permasalahan yang diahadapi warganya, karena keputusan ini untuk kepentingan kita bersama. Karena usaha ini kan kita tidak larang, beda kalau PSBB,” pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah kota Makassar resmi memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan operasional usaha tertentu sampai pukul tujuh malam saja.

Peraturan yang tertuang dalam surat edaran ink bakal berlangsung sampai tanggal (11/1) mendatang.


banner
Editor: Zaki Rifan

Pos terkait