Rawan Kekerasan Anak, Wahab Tahir Sosialisasikan Perda Nomor 5 Tahun 2018

  • Whatsapp
Sosialisasi Peraturan Daerah

WAJAHINDONESIA.COM – Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir menggelar kegiatan penyebarluasan informasi dan produk hukum ke masyarakat terkait Perda Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perlindungan Anak di Hotel Pesonna Makssar, Jum’at (12/2/2021).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Andi Tenri A Palallo dan Kepala Bidang Managemen Guru Dan Tenaga Pendidikan, Pantja Nur Wahidin.

Bacaan Lainnya

Kata WT—akronim namanya, Perda tentang perlindungan anak ini merupakan regulasi yang diinisiasi oleh DPRD Kota Makassar. Hal itu dinilai penting sebab anak merupakan generasi penerus bangsa.

Selain itu, alasan adanya perda perlindungan anak lantaran saat sekarang ini marak tindak kejahatan yang melibatkan anak. Sehingga, ia mengingatkan kepada orang tua tentang bahaya terhadap kekerasan dan eksploitasi anak.

Sosialisasi Peraturan Daerah

“Perda itu dibuat atas inisiasi DPRD disebabkan karena maraknya kekerasan pada anak dan ekploitasi pada anak. Contohnya, perdagangan anak-anak di bawah umur,” kata WT.

Sambung Fraksi Golkar DPRD Kota Makassar ini, untuk meminimalkan terjadinya korban di bawah umur perlu perhatian pemerintah dan stakeholder terkait. Sehingga, sosialiasi Perda tentang perlindungan anak harus masif dilakukan.

“Perda tentang perlindungan anak ini harus dipahami semua orang di Kota Makassar. Bahwa hak-hak anak wajib dipenuhi dan itu dilindungi oleh aturan,” pungkasnya.

Terpisah, narasumber Sosialisasi Perda, Andi Tenri A Pallalo mengatakan, anak ini amanah yang diberikan oleh Allah SWT, baik sebagai orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Sehingga, regulasi ini penting untuk diketahui semua golongan.

“Perda tentang perlindungan anak ini wajib diketahui oleh masyarakat terutama orang tua,” tandasnya.

Kata Tenri—sapaan akrabnya, pendidikan utama berada lingkungan rumah. Itu, bisa memberikan dampak psikologi perkembangan anak karena ada hubungan yang terbangun.

Sosialisasi Perda

“Ada cara agar menguatkan relasi orang tua dan anak. Pertama, melakukan komunikasi terbuka dan kedua menjadi pendengar yang baik,” bebernya.

Selain itu, kata Tenri, orang tua memberikan pelatihan keterampilan dasar mengurus diri dan pekerjaan rumah kepada anak. Kemudian, mendampingi anak membuat pekerjaan rumah (PR) dan ibadah.

Kegiatan sosialisasi ini juga disertai sesi tanya jawab, dimana audiance lebih banyak mengeluhkan peruabahan perilaku anak di era digitalisasi serta dampak negatif dari penggunaan sosial media.

Sosialisasi digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat, seperti cuci tangan, memakai masker dan jaga jarak, memgingat saat ini Makassar masih dalam status pandemi Covid-19.


banner

Pos terkait