Sedikitnya 700 Warga Makassar Terima Dampak Banjir di Ujung Tahun Ini

  • Whatsapp
etua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Muhammad Rusli

MAKASSAR, WAJAHINDONESIA.COM – Sedikitnya 700 warga Makassar mengalami dampak banjir akhir tahun ini. Korban banjir ini berasal dari tiga titik yaitu BTN Kodam III, Perumnas Antang dan Roman Tangaya.

Banjir ini disebabkan karena cura hujan yang tinggi sehinggah mengakibatkan luapan aliran air sungai.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Muhammad Rusli dalam konferensi pers di Baruga Angin Mamiri, Jalan Haji Ince Saleh Dg, Tompo, Makassar, Senin (21/12).

“Setiap tahun ini memang titik-titik banjir, setelah saya analisa di Kodam III itu adanya sungai dari Maros kemudian di Roman Tangaya itu adanya suangai dari Gowa,” jelasnya.

Menanggapi banjir yang terjadi Rusli telah menggerakkan personilnya untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.

“Antisipasinya kita di BPBD hanya menurunkan personil untuk mengevakuasi, kemudian bersinergi dengan Dinas Sosial untuk makanannya dan kesehatannya dari Dinas Kesehatan,” ujar Rusli.

Banjir terus terjadi setiap kali curah hujan tinggi, dari kejadian tersebut Pemerintah Kota Makassar sudah melakukan upaya untuk mencegah terjadinya banjir yaitu dengan membangun Waduk Nipa-nipa.

“Upaya pemerintah yang dilakukan itu di tahun 2018 sudah melakukan pembangunan waduk nipa-nipa, namun kondisi waduk nipa-nipa sekarang berada di ambang batas maksimal,” jelasnya.

Terakhir dia berharap curah hujan yang tinggi segera berakhir. “Mudah-mudahan cura hujan ini sudah jadi puncak ya,” tutupnya. (Arwanda)


banner
Editor: Zaki Rifan

Pos terkait