Tanggapi Pemberlakuan Jam Malam oleh Pemkot, Anton Paul Goni: Ini Tujuannya Baik

  • Whatsapp
Anton Paul Goni

MAKASSAR, WAJAHINDONESIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi mengeluarkan kebijakan pembatasan jam operasional pada tempat keramaian jelang natal dan tahun baru. Diantaranya pusat perbelanjaan, restoran, cafe hingga tempat wisata lainnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Anton Paul Goni menilai kebijakan tersebut sudah tepat dan sebagai wakil rakyat di parlemen, dirinya mendukung penuh. Mengingat peningkatan penyebaran Covid-19 di Sulsel khususnya di Makassar sedang tinggi-tingginya.

Bacaan Lainnya

“Dengan adanya kejadian luar biasa peningkatan Covid-19, apalagi malam tahun baru menjadi momen orang banyak berkerumun, berpesta sehingga dikhwatirkan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Jadi kami anggota legislatif tentu mendukung upaya pemerintah kota karena tujuannya baik untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih besar,” papar Anton di Gedung DPRD Kota Makassar, Senin (21/12/2020).

Legislator PDI Perjuangan itu menyadari dampak kebijakan tersebut akan mengurangi pendapatan pengusaha dan pendapatan asli daerah. Tapi lebih besar dampaknya jika masyarakat tertular Covid-19.

“Kasihan warga jika terkena Covid-19, mereka mau swab saja butuh biaya besar. Lalu membiayai kehidupan keluarganya bagaimana jika terpapar Covid-19. Saya pikir apa yang dilakukan pemerintah kota sangat bijaksana karena demi kepentingan masyarakat kecil menengah,” tegas dia.

“Jika dikatakan pengusaha merugi, sebenarnya tidak juga, kan cuma dua minggu dibatasi waktu operasionalnya. Termasuk penutupan Pantai Losari, CPI, Kanrerong, Lego-lego itu sudah tepat,” kunci Anton.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin resmi menerapkan pembatasan jam operasional bagi pusat perbelanjaan, restoran hingga kafe pada tanggal 23 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

Pelaku usaha hanya dibolehkan beroperasi sampai pukul 19:00 WITA dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Sebelum kebijakan diberlakukan, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi agar masyarakat ataupun pengusaha bisa bersiap.

“Kita akan sosialisasikan segera, paling lambat awal pekan depan. Mulai berlaku tanggal 23 desember 2020 sampai 3 januari 2021,” katanya, Jumat (18/12/2020).

Rudy menginstruksikan Satpol PP melakukan pengawasan. Dalam aturan, pelaku usaha hanya dibolehkan beroperasi sampai pukul 19:00 Wita dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sedangkan seluruh tempat umum ditutup penuh saat periode tersebut. Termasuk tempat kumpul yang biasanya banyak orang berkerumun.

Rudy juga meminta kepada warganya untuk tetap di rumah bersama keluarga dan menunda perjalanan ke luar kota. Harapannya, pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir dan masyarakat bisa beraktivitas seperti semula lagi.

“Kami imbau warga luar untuk tidak perlu ke makassar untuk merayakan tahun baru karena untuk sementara ditiadakan,” tutupnya.


banner
Editor: Zaki Rifan

Pos terkait