Yeni Rahman Sosialisasikan Perda Tentang Pelayanan Kesehatan

  • Whatsapp

WAJAHINDONESIA.COM – Anggota Komisi D DPRD Makassar, Yeni Rahman secara resmi membuka kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No.7 tahun 2009 tentang pelayanan kesehatan di Kota Makassar.

Peresmian sosialisasi tersebut berlangsung di Hotel Fave, Jalan Dg.Tompo, Ahad (14/3).

Anggota Fraksi PKS itu tak menampik bahwa dari sekian persoalan yang ada di Kota Makassar, pelayanan kesehatan menjadi salah satunya.

“Pelayanan kesehatan kita rasakan pasti ada keluhan,” kata Yeni dalam sambutannya.

Olehnya itu melalui sosialisasi Perda ini kata Yeni, diharapkan masyarakat yang hadir dapat menjawab segala keluhan yang dirasakan selama ini.

“Alhamdulillah kita bisa sosialisasikan perda ini, alasan saya melaksanakannya karena pelayanan kesehatan selama ini selalu ada keluhan masyarakat dan tidak sedikit warga kita belum mengetahui tentang hak-hak dasar masyarakat, salah satunya hak mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Politisi PKS itu menjelaskan, dalam Perda Nomor 7 Tahun 2009 tentang Layanan Kesehatan memuat 10 BAB terdiri dari 13 pasal yang mengatur tentang kewajiban Pemerintah Kota dan hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, hingga penerapan sanksi pidana.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar, Sri Rimayani Malik memaparkan, masyarakat Kota Makassar dipastikan dapat merasakan pelayanan gratis.

Dengan catatan, kata dia selama mampu memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP)Kota Makassar dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Pelayanan gratis berlaku, selama masyarakat memperlihatkan mampu KTP Kota Makassar dan KIS. Maka perda tersebut berlaku. Sebaliknya jika tidak mampu atau KTP diluar makassar, maka dibebankan biaya,” kata Yani.

Seiring berjalannya waktu, pelayanan kesehatan pun berubah. Masyarakat juga dapat merasakan pelayanan di rumah melalui program Home Care yang digagas oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Pelayanan home care selama 24 jam itu tertuang dalam Perwali Nomor 63 tahun 2015.

“Untuk mendapatkan pelayanan home care, kita harus telepon 112. bebas pulsa. Nantinya petugas akan menghubungi puskesmas yang ada dimasing-masing wilayah, karena setiap puskesmas terdapat tim home care,” paparnya.

Nantinya, para petugas home care akan menanyakan nama lengkap, alamat hingga nomor telepon yang dapat dihubungi.

Tujuannya agar petugas segera langsung ke lokasi dengan cepat.

Kendati demikian, Yani tak menampik adanya keluhan yang dirasakan pihaknya. Faktor keterlambatan salah satunya.

“Semua tim home care di Puskesmas kadang agak lambat. Misalnya petugasnya sedang sakit tapi nanti petugas lain yang ganti, tapi bagaimana pun petugas pasti akan datang ke rumah,” paparnya.


banner

Pos terkait